Hanya Sekilas Tentang Saya
Nama
saya Puji Intan Lestari, biasa dipanggil puji. Tetapi, semasa SMA teman-teman saya memanggil saya dengan
sebutan pj. Awalnya saya bingung kenapa mereka memanggil saya pj tapi akhirnya
saya nyaman dengan panggilan itu. Saya lahir di Cirebon pada tanggal 1 Desember
2000 dan saya anak pertama dari dua bersaudara.
Ayah
saya bernama Permana, dan ibu saya bernama Wulandari dan adik saya bernama
Nisa. Saya dan adik saya mempunyai selisih umur yang cukup jauh, jarak umur
kami adalah 8 tahun. Meskipun perbedaan umur kami jauh kami masih suka
bertengkar, tapi itu yang membuat kami semakin dekat dan saling menyayangi. Saya
memluk agama islam begitu pun dengan keluarga saya.
Pada
saat saya kecil saya sering bulak balik
jakarta-cirebon sampai saya berusia 2 tahun, dan saya masuk TK pada usia 4 tahun, tergolong muda memang.
Akan tetapi, saya merasa senang bisa berbaur dengan teman-teman di TK tersebut.
Saya menyelesaikan pendidikan di TK Aisiyah selama 2 tahun dan telah memiliki
banyak pengalaman yang mengasyikkan. Lalu, saya melanjutkan sekolah dasar , di
SD Negeri 1 Mekarsari yang berlokasi dekat dengan rumah. Pada saat Usia sekolah
dasar merupakan usia yang tepat untuk belajar berkomunikasi dan bersosialisasi
dengan teman-teman dan juga kakak tingkat. Saya sudah mulai mandiri pada masa
itu. Saat itulah pertama kalinya saya merasakan UN. Lumayan rumit, tetapi
Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya dengan baik. saya melanjutkan
pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama, di SMP Negeri 1 Waled. Jarak sekolah
saya lumayan jauh dari rumah saya. Untuk itu, saya diantar pulang-balik selama
3 tahun. Saat SMP, saya mulai merasakan sulitnya pelajaran, karena ada beberapa
materi yang baru saya pelajari. Pada masa-masa SMP, saya bisa mengembangkan
diri saya lebih baik dibanding masa sebelumnya, karena saya menemui beberapa teman
yang berasal dari sekolah dasar yang berbeda. Seperti yang kita tahu, jenis
pertemanan pada masa SD dan SMP tentulah berbeda. Karena, pada masa SD sifat
kita masih kekanakkan dan juga punya lebih banyak waktu untuk menilai mana yang
tepat untuk dijadikan teman ataupun sahabat. Setelahnya, saya melanjutkan
sekolah di SMA Negeri 1 Waled. Letaknya lumayan jauh pula dari rumah, tapi itu
bukanlah masalah besar. Karena saya sudah bisa lebih mandiri dibandingkan sebelumnya.
Pada masa akhir SMA inilah, saya sangat-sangat sibuk untuk menentukan
kelanjutan masa depan saya. Dimana saya ingin melanjutkan kuliah, apa jurusan
yang ingin saya ambil, serta tanggungjawab lain yang berat menurut saya. Saya
sudah cukup percaya diri dengan nilai-nilai akademik yang saya perjuangkan
selama ini dapat menghantarkan saya pada kampus dan jurusan impian saya,
tetapi, ternyata tidak. Tapi hal itu bukanlah masalah. Dimana kita kuliah
hanyalah menjadi wadah untuk mencari ilmu, sebagai mahasiswa seharusnya kitalah
yang membesarkan nama kampus, bukan hanya kampus yang membesarkan nama
mahasiswa/i-nya.
Saya
melanjutkan pendidikan di Universitas Gunadarma Fakultas Teknologi Industri,
Jurusan Teknik Informatika. Awal saya masuk, saya masih tidak mengetahui
apapun, itu membuat saya bingung dan berpikir saya salah ambil jurusan. Tapi, dengan
berjalannya waktu saya ikut perkuliahan dan belajar sedikit demi sedikit dan
akhirnya saya dapat mengikuti mata kuliah yang diberikan dengan baik.
Saya
memiliki keinginan menjadi seorang promotor, yang bisa menjadi penyelenggara
kegiatan besar, seperti mengadakan konser. Mungkin itu bukan hal yang mudah,
tapi dengan saya belajar dan mencari tau tidak ada yg tidak dapat dilakukan. Karena,
dengan saya menjadi seorang promotor saya dapat melihat orang bahagia pada saat
datang keacara yang saya selenggarakan, dan itu merupakan kebahagian tersendiri
bagi saya.
Hobi
saya membaca buku, hobi yang sangat lazim tapi ya memang seperti itu. Saya
masih ingat waktu kecil saya suka dibelikan majalah oleh ibu saya hampir setiap
minggu, dan saya sangat antusias sampai sekarang saya mempunyai banyak buku
novel dirumah. Saya juga mempunyai hobi memasak, ketika dirumah saya sangat
senang membantu ibu ketika sedang memasak, saya juga suka memasak sendiri
meskipun suka dimarahin gara-gara berantakan. Tapi, ibu saya suka memuji
masakan yang telah saya buat dan itu membuat hati saya sangat bahagia.
Harapan
saya dapat membahagiakan keluarga saya, terutama kedua orang tua saya yang
telah susah payah membesarkan dan memdidik saya. Mereka selalu memberi
dukungan, saran dan tentunya nasihat kepada saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar