PENGOLAHAN CITRA
Pengolahan Citra
Digital (Digital Image Processing) merupakan bidang ilmu yang mempelajari
tentang bagaimana suatu citra itu dibentuk, diolah, dan dianalisis sehingga
menghasilkan informasi yang dapat dipahami oleh manusia. Dapat diartikan pula sebagai
manipulasi yang dilakukan terhadap gambar-gambar digital melalui sebuah proses
komputasi. Nah dalam pengolahannya tidak terfokus pada sub-bidang sinyal dan
sistem yang ada tetapi lebih fokus terutama pada gambarnya. Citra yang terlihat
merupakan cahaya yang direfleksikan dari sebuah objek. Sumber cahaya menerangi
objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut dan
pantulan cahaya ditangkap oleh alat-alat optik, misal mata manusia, kamera,
scanner, sensor satelit, dsb, kemudian direkam.
Berdasarkan bentuk
sinyal penyusunnya, citra dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu citra
analog dan citra digital. Citra analog adalah citra yang dibentuk dari sinyal
analog yang bersifat kontinyu, sedangkan citra digital adalah citra yang
dibentuk dari sinyal digital yang bersifat diskrit.
Citra sebagai keluaran
dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
1.
Optik berupa
foto
2.
Analog berupa
sinyal video seperti gambar pada monitor televise
3.
Digital yang
dapat langsung disimpan pada media penyimpan magnetik
Citra juga dapat dikelompokkan
menjadi 2 yaitu :
1.
Citra
tampak(foto,gambar, lukisan, apa yang anampak dilayar monitor)
2.
Citra tak
tampak(foto dalam file,citra yang direpresentasikan dalam Fungsi matematis)
Pencitraan (imaging)
adalah kegiatan mengubah informasi dari citra tampak/citra non digital menjadi
citra digital. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk pencitraan adalah :
scanner, kamera digital, kamera sinar-x/sinar infra merah, dll.
PERKEMBANGAN PENGOLAHAN CITRA DALAM KESEHATAN
Teknologi Informasi di
bidang kesehatan juga telah memperlihatkan kemajuan yang sangat signifikan
unruk menolong jiwa manusia, serta riset dibidang teknologi yang digunakan
untuk mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, dan menganalisis organ tubuh
manusia yang sulit dilihat secara langsung. Teknologi informasi berupa Computerized
tomography scan (CT scan) adalah prosedur yang menggunakan kombinasi teknologi
foto Rontgen atau sinar-X dan sistem komputer khusus untuk melihat kondisi
dalam tubuh dari berbagai sudut, baik untuk keperluan diagnosis, tindakan medis,
atau evaluasi pengobatan. Dan juga Digital Subtraction Angiography adalah
pemeriksaan yang memberikan gambar lumen (permukaan bagian dalam) pembuluh
darah, termasuk arteri, vena dan serambi jantung. Gambar ini diperoleh dengan
menggunakan mesin Sinar-X bantuan komputer yang rumit. Media kontras khusus,
atau 'dye' (cairan bening dengan kepadatan tinggi) biasanya disuntikkan agar
persediaan darah ke kaki, jantung atau organ tubuh lainnya mudah dilihat.
Sistem recording
dilakukan dengan cara :
·
Computer memory,
·
dipindahkan ke
film khusus,
·
Video recorder,
·
Cinema film atau
conventional film chager,
·
CT Scan dan MRI
(MAGNETIC RESONANCE IMAGING)
IMPLEMENTASI PENGOLAHAN CITRA DALAM BIDANG KESEHATAN
Contoh penerapan
pengolahan citra dalam bidang kesehatan salah satunya yaitu CT Scan
Sejak ditemukan pemayar
Computer Tomography Scanner (CT Scan) oleh Allan Cormack dan Geoffrey
Hounsfiled pada tahun 1970, penggunaan CT Scan dalam bidang radiologi telah
mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Asal mula teknik ini
digunakan untuk pemeriksaan otak, suatu tabung sinar-X tergandeng dengan dua
detektor memanyar dua potongan yang berdekatan dari kepala dengan gerakan
translasi. Dampak dari penggunaan sinar-X adalah menghitamkan film negatif.
Oleh karena itu, benda-benda yang menyerap sinar lebih banyak (lebih rapat)
akan ditampilkan dalam film negatif dengan warna yang lebih terang daripada
benda-benda yang menyerap sinar lebih sedikit.
Jenis-jenis pemeriksaan
radiologik di rumah sakit yang menggunakan peralatan CT Scan dan dijumpai dalam
praktik sehari-hari adalah stroke, kelainan saraf otak, kanker otak. Sebuah
citra CT Scan dapat diketahui kualitasnya melalui sebuah histogram.
Histogram citra adalah
grafik yang menggambarkan penyebaran nilai-nilai intensitas piksel suatu citra
atau bagian tertentu atas citra. Dari sebuah histogram dapat diketahui
frekuensi kemunculan nisbi intensitas pada citra tersebut. Gambar 1 menunjukkan
contoh citra digital CT Scan dengan histogramnya. Misalkan citra digital
memiliki L derajat keabuan, yaitu dari nilai 0 sampai L–1 (misalnya pada citra
dengan kuantisasi derajat keabuan 8-bit, nilai derajat keabuan dari 0 sampai
255).
dengan ni = jumlah
piksel yang memiliki derajat keabuan i dan n = jumlah seluruh piksel di dalam
citra.
Distribusi hi , atau ni
, dapat menyediakan informasi tentang kemunculan citra. Pengetahuan praktis
untuk memahami histogram citra dibutuhkan untuk melihat perubahan-perubahan
pada citra setelah dilakukan operasi tertentu. Beberapa pengetahuan praktis
yang biasa digunakan dalam melihat histogram citra adalah sebagai berikut:
a.
Histogram citra
yang terdistribusi merata pada seluruh tingkat keabuan memiliki kontras yang
baik.
b.
Histogram citra
yang mengumpul pada daerah gelap memiliki citra yang redup.
c.
Histogram citra
yang mengumpul pada daerah terang atau terkonsentrasi pada intensitas citra
yang tinggi menampilkan citra yang terang.
Disamping itu, dalam
upaya menampakkan informasi sebanyak mungkin pada citra maka histogram dibuat
semerata mungkin yang disebut dengan penyamaan histogram (histogram
equalization).
Sumber :
http://firstynurhafitry.blogspot.com/2016/10/perkembangan-olah-citra-dalam-bidang.html
Nurhayati, Oky Dwi. (2015). Analisis citra
digital CT Scan dengan metode ekualisasi histogram dan statistik orde pertama.
Jurnal Sistem Komputer, 2252-3456.