Selasa, 27 November 2018

PEMUDA DAN SOSIALISASI

A. Pengertian Pemuda
     Pemuda adalah individu yang berada pada tahap yang progresif dan dinamis, sehingga kerap kali pada fase ini dikatakan sebagai usia yang produktif untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan, baik belajar, bekerja, dan lain sebagainya

B. PEMUDA DAN PERMASALAHANNYA
   Pemuda sering juga disebut "generasi muda", merupakan istilah demografis dan sosiologis dalam konteks tertentu. Beberapa literatur mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan pemuda ialah:
a. mereka yang berumur antara 10-24 tahun;
b. mereka yang berumur antara 15-30 tahun;
c. mereka yang berumur antara 15-35 tahun;
d. mereka yang secara psikologid mempunyai jiwa muda dan mempunyai identitas kepemudaan.

   Peranan pemuda dalam masyarakat dan bangsa telah digariskan dalam GBHN, yaitu:
a. Pengembangan generasi muda dipersiapkan untuk kader penerus perjuangan bangsa dan                   pembangunan nasional, dengan memberi bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi yang luhur.
b. Pengembangan wadh pembinaan generasi muda, seoerti sekolah, organisasi fungsional pemuda seperti KNPI, Pramuka, organisasi olah raga, dan lain-lain.
c. Perlu diwujudkan suatu kebijaksanaan nasional tentang kepemudan secara menyeluruh dan terpadu.

  Peranan pemuda sehubungan dengan pembangunan, peranan itu dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungannya. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku. kebudayaan diwujudkan dalam tingkah lakunya masing-masing.
b. Didasarkan atas usaha menolak penyesuaian diri dengan lingkungan. Peranan pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
  1. "pembangkit" Mereka adalah pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. sehingga, mereka secara tidak langsung ikut mengubah masyarakat dan kebudayaannya.
  2.  Pemuda Nakal (delinkuen) Mereka tidak berniat mengadakan perubahan. baik pada budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan menguntungkan bagi dirinya.
  3. Radikal Mereka berkeinginan besar mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

C. SOSIALISASI PEMUDA
     Sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya (Charlatte Buchler, 1968).

    Proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri dendiri dan memandang adanya pribadi orang lain diluar dirinya. Asal mula timbulnya kedirian:
a. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya.
b. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Mekanisme kedirian itu adalah "identifikasi", yaitu kemampuan untuk tidak saja menilai bagaimana tampang dan tingkah laku orang lain, tetapi juga membuat suatu angan-angan ideal tentang orang lain yang patut ditiru.

    Dimensi kedirian diantaranya adalah teori Freud tentang id (hasrat, keinginan pada diri seseorang/inti biologis), Ego (mediator kompromi antara hasrat seseorang dengan tututan masyarakat/akal pikiran) dan superego (kesadaran sosial atau social coscience yang mengawasi motivasi-motivasi id). Teori dimensi kedirian dari Cooley disebut "cermin diri" (Looking Glass Self), yaitu tingkah laku orang-orang seolah-olah merupakan cermin bagi imajinasi pribadi tertentu. Dalam hal ini ada tiga elemen atau langkah, yaitu:
a. Imajinasi tentang bagaiman seseorang tampil dihadapan pihak lainnya.
b. Imajinasi tentang bagaimana pihak lain menilai penampilan tersebut.
c. Reaksi-reaksi emosional terhadap pedirian pihak lain. Teori lainnya adalah dai George Mead yang membagi kedirian menjadi dua dimensi, Yaitu:
  1. Dimensi aku sebagai objek (me)
  2. Dimensi aku sebagai subjek (I)
    Kepribadian diartikan organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam individu yang turut menentukan cara-cara yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan (Gordon W.Allport; 1937). Empat faktor penting yang menentukan kepribadian, yaitu:  
a. Keturunan (warisan biologis)
   Manusia dilahirkan dengan suatu struktur anatomi, fisiologi, dan urat sarafnya, yang menentukan batas-batas tertentu terhadap tingkah laku sosialnya.
b. Lingkungan tempat
   Lingkungan tempat manusia hidup terdiri dari lokasi, iklim, topografi, dan sumber-sumber alam. kesemua faktor ini mempengaruhi aktivitas manusia.
c. Tempat fisik kehidupan sosial
   Semua manusia tumbuh "dewasa" bersama-sama dengan bertambahnya pengalaman didalam satu atau laintempat geografis, dengan banyak dan sedikit, ada atau tidak ada aneka ragam tempat fisik seperti agraris dan nonagraris.
d. Lingkungan sosial dan budaya
   Dalam lingkungan sosial dan budaya tidak ada dua orang individu pun yang hasil bentukan sosialisasi nya sama, sebab banyak perbedaan aspek sosial dan budaya seperti dalam akspresi kebudayaan, pengetahuan atau keterampilan, pengawasan sosial, standar hidup, kontak dari kelompok tertentu, dan mobilitas hidup.

     Sosialisasi para pemuda. Pemuda sebagai permasalahan, seperti masa peralihan, kebutuhan untuk mandiri, menyebabkan timbulnya gejolak yang macam-macam. Dalam hal ini peranan lingkungan yang membentuk kepribadian dan mencari kedirian pemuda menjadi penting disertai bimbingan yang bijaksana.
  
     Karena dalam sosialisasi pengintegrasian individu dalam kelompok lebih berkembang, maka lingkungan atau jalur organisasi fungsional harus memberi teladan dalam pola-pola tindakannya. Penuh kreativitas disertai pelestarian dan penanaman asas-asas moral, etika, bersusila, serta keyakinan agama, dan mampu dijadikan sebagai barometer kehidupan bangsa. Pembinaan pemuda yang ada dan sedang berjalan dilakukan melalui tiga jalur, yaitu:
a. Jalur pendidikan mulai dari pendidikan dalam keluarga, sekolah taman kanak-kanak, sampai diperguruan tinggi.
b. Jalur organisasi fungsional pemuda mulai dari KNPI, pramuka, dan organisasi-organisasi lainnya.
c. Jalur media massa, dengan cara menyajikan artikel-artikel yang mengandung nilai-nilai budaya, bangsa, dan agama.

    Tidak disangkal lagi bahwa lembaga-lembaga masyarakat pun dituntut perannya, yang menampung aspirasi pemuda, dan senantiasa siap menghadapi dinamika pemuda. Dari seluruh uraian diatas dapatlah diketahui, bahwa pemuda dan sosialisasi merupakan suatu permasalahan, yang perlu diperhatikan dan dibahas secara mendalam disertai pemecahannya sehingga tercapai peranan pemuda yang digariskan dalam GBHN.


Dr. M. Munandar Soelaeman, Ilmu Sosial Dasar
http://www.indonesiastudents.com/pengertian-pemuda-menurut-para-ahli/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perbedaan format, size, dan resolusi dari JPG, PNG, BMP, TIF, dan GIF serta melihat potongan matriks gambar BMP dari Scilab

Gambar yang digunakan adalah gambahr roti yang didapatkan dari google dengan format GIF, mempunyai resolusi 1000 x 1000, dan mempunyai size ...