Sabtu, 16 Oktober 2021

Perbedaan format, size, dan resolusi dari JPG, PNG, BMP, TIF, dan GIF serta melihat potongan matriks gambar BMP dari Scilab

Gambar yang digunakan adalah gambahr roti yang didapatkan dari google dengan format GIF, mempunyai resolusi 1000 x 1000, dan mempunyai size 1 MB. Gambar ini akan dijadikan contoh untuk perbedaan format jika diubah dalam JPG, PNG, BMP, dan TIFF.


Pada percobaan ini saya menggunakan website converter online, yaitu https://convertio.co/id/jpg-gif/ untuk mengeksport gambar.

Format, Size, dan Resolusi dari gambar

1.    JPG


Format JPG

Size : 498 KB

Resolusi : 775 x 935 Piksel

2.    JPG Black & White


Format JPG

Size : 666 KB

Resolusi : 1920 x 2218 Piksel

3.    PNG


Format PNG

Size : 94 KB

Resolusi : 780 x 902 Piksel

4.    PNG Black & White


Format PNG

Size : 680 KB

Resolusi : 1920 x 2314 Piksel

5.    BMP


Format BMP

Size : 2,8 MB

Resolusi : 775 x 935 Piksel

6.    BMP Black & White


Format BMP 

Size : 12,7 MB

Resolusi : 1920 x 2314 Piksel

7.    TIFF


Format TIFF

Size : 1,33 MB

Resolusi : 775 x 765 Piksel

8.    TIFF Black & White


Format TIFF

Size : 4,23 MB

Resolusi : 1920 x 2314 Piksel

9.    GIF



Format

Size : 1 MB

Resolusi : 1000 x 1000 Piksel

10.    GIF Black & White


Format GIF

Size :  609 KB

Resolusi : 1920 x 2314 Piksel


Membuka gambar di Scilab

Menginstall Scilab dan menambahkan module ATOMS sebagai tools untuk pemrosesan gambar pada Scilab

Kemudian buka ulang Scilab agar tools ter-refresh.

Pastikan direktori yang di sebelah kiri adalah gambar yang ingin diproses. Setelah itu ketikan sintaks “a=imread(‘Melt.bmp’) disebelah kanan.


Console akan memeberikan output.


Kemudian, klik dua kali pada variable browser.


Maka akan mengeluarkan output sebagai berikut.


Untuk menampilkan gambar di scilab menggunakan sintaks “imshow(a)”.



Sabtu, 09 Oktober 2021

PENGOLAHAN CITRA DALAM BIDANG KESEHATAN

PENGOLAHAN CITRA

Pengolahan Citra Digital (Digital Image Processing) merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana suatu citra itu dibentuk, diolah, dan dianalisis sehingga menghasilkan informasi yang dapat dipahami oleh manusia. Dapat diartikan pula sebagai manipulasi yang dilakukan terhadap gambar-gambar digital melalui sebuah proses komputasi. Nah dalam pengolahannya tidak terfokus pada sub-bidang sinyal dan sistem yang ada tetapi lebih fokus terutama pada gambarnya. Citra yang terlihat merupakan cahaya yang direfleksikan dari sebuah objek. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut dan pantulan cahaya ditangkap oleh alat-alat optik, misal mata manusia, kamera, scanner, sensor satelit, dsb, kemudian direkam.

Berdasarkan bentuk sinyal penyusunnya, citra dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu citra analog dan citra digital. Citra analog adalah citra yang dibentuk dari sinyal analog yang bersifat kontinyu, sedangkan citra digital adalah citra yang dibentuk dari sinyal digital yang bersifat diskrit.

Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :

1.    Optik berupa foto

2.    Analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televise

3.    Digital yang dapat langsung disimpan pada media penyimpan magnetik

Citra juga dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

1.    Citra tampak(foto,gambar, lukisan, apa yang anampak dilayar monitor)

2.    Citra tak tampak(foto dalam file,citra yang direpresentasikan dalam Fungsi matematis)

Pencitraan (imaging) adalah kegiatan mengubah informasi dari citra tampak/citra non digital menjadi citra digital. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk pencitraan adalah : scanner, kamera digital, kamera sinar-x/sinar infra merah, dll.


PERKEMBANGAN PENGOLAHAN CITRA DALAM KESEHATAN

Teknologi Informasi di bidang kesehatan juga telah memperlihatkan kemajuan yang sangat signifikan unruk menolong jiwa manusia, serta riset dibidang teknologi yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, dan menganalisis organ tubuh manusia yang sulit dilihat secara langsung. Teknologi informasi berupa Computerized tomography scan (CT scan) adalah prosedur yang menggunakan kombinasi teknologi foto Rontgen atau sinar-X dan sistem komputer khusus untuk melihat kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut, baik untuk keperluan diagnosis, tindakan medis, atau evaluasi pengobatan. Dan juga Digital Subtraction Angiography adalah pemeriksaan yang memberikan gambar lumen (permukaan bagian dalam) pembuluh darah, termasuk arteri, vena dan serambi jantung. Gambar ini diperoleh dengan menggunakan mesin Sinar-X bantuan komputer yang rumit. Media kontras khusus, atau 'dye' (cairan bening dengan kepadatan tinggi) biasanya disuntikkan agar persediaan darah ke kaki, jantung atau organ tubuh lainnya mudah dilihat.

Sistem recording dilakukan dengan cara :

·      Computer memory,

·      dipindahkan ke film khusus,

·      Video recorder,

·      Cinema film atau conventional film chager,

·      CT Scan dan MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING)

 

IMPLEMENTASI PENGOLAHAN CITRA DALAM BIDANG KESEHATAN

Contoh penerapan pengolahan citra dalam bidang kesehatan salah satunya yaitu CT Scan

Sejak ditemukan pemayar Computer Tomography Scanner (CT Scan) oleh Allan Cormack dan Geoffrey Hounsfiled pada tahun 1970, penggunaan CT Scan dalam bidang radiologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Asal mula teknik ini digunakan untuk pemeriksaan otak, suatu tabung sinar-X tergandeng dengan dua detektor memanyar dua potongan yang berdekatan dari kepala dengan gerakan translasi. Dampak dari penggunaan sinar-X adalah menghitamkan film negatif. Oleh karena itu, benda-benda yang menyerap sinar lebih banyak (lebih rapat) akan ditampilkan dalam film negatif dengan warna yang lebih terang daripada benda-benda yang menyerap sinar lebih sedikit.

Jenis-jenis pemeriksaan radiologik di rumah sakit yang menggunakan peralatan CT Scan dan dijumpai dalam praktik sehari-hari adalah stroke, kelainan saraf otak, kanker otak. Sebuah citra CT Scan dapat diketahui kualitasnya melalui sebuah histogram.

Histogram citra adalah grafik yang menggambarkan penyebaran nilai-nilai intensitas piksel suatu citra atau bagian tertentu atas citra. Dari sebuah histogram dapat diketahui frekuensi kemunculan nisbi intensitas pada citra tersebut. Gambar 1 menunjukkan contoh citra digital CT Scan dengan histogramnya. Misalkan citra digital memiliki L derajat keabuan, yaitu dari nilai 0 sampai L–1 (misalnya pada citra dengan kuantisasi derajat keabuan 8-bit, nilai derajat keabuan dari 0 sampai 255).




dengan ni = jumlah piksel yang memiliki derajat keabuan i dan n = jumlah seluruh piksel di dalam citra.

Distribusi hi , atau ni , dapat menyediakan informasi tentang kemunculan citra. Pengetahuan praktis untuk memahami histogram citra dibutuhkan untuk melihat perubahan-perubahan pada citra setelah dilakukan operasi tertentu. Beberapa pengetahuan praktis yang biasa digunakan dalam melihat histogram citra adalah sebagai berikut:

a.    Histogram citra yang terdistribusi merata pada seluruh tingkat keabuan memiliki kontras yang baik.

b.    Histogram citra yang mengumpul pada daerah gelap memiliki citra yang redup.

c.    Histogram citra yang mengumpul pada daerah terang atau terkonsentrasi pada intensitas citra yang tinggi menampilkan citra yang terang.

Disamping itu, dalam upaya menampakkan informasi sebanyak mungkin pada citra maka histogram dibuat semerata mungkin yang disebut dengan penyamaan histogram (histogram equalization).

 

Sumber :

http://firstynurhafitry.blogspot.com/2016/10/perkembangan-olah-citra-dalam-bidang.html

Nurhayati, Oky Dwi. (2015). Analisis citra digital CT Scan dengan metode ekualisasi histogram dan statistik orde pertama. Jurnal Sistem Komputer, 2252-3456.


Perbedaan format, size, dan resolusi dari JPG, PNG, BMP, TIF, dan GIF serta melihat potongan matriks gambar BMP dari Scilab

Gambar yang digunakan adalah gambahr roti yang didapatkan dari google dengan format GIF, mempunyai resolusi 1000 x 1000, dan mempunyai size ...